Selasa, 15 Juni 2010

kekurangan dan manfaat unsur hara tanaman

Diposting oleh Unknown di 16.09 0 komentar

1. Kekurangan unsur hara tanaman (makro)

· Kekurangan unsur nitrogen:

Gejala sehubungan dengan kekurangan unsur hara ini dapat terlihat dimulai dari daunnya, warnanya yang hijau agak kekuningan selanjutnya berubah menjadi kuning . Jaringan daun mati dan inilah yang menyebabkan daun selanjutnya menjadi kering dan berwarna merah kecoklat-an.Pada tanaman dewasa pertumbuhan yang terhambat ini akan berpengaruh pada pertumbuhan, yang dalam hal ini perkembangan buah tidak sempurna, umumnya kecil-kecil dan cepat matang. Kandungan unsur N yang rendah dapat menimbulkan daun penuh dengan serat, hal ini dikarenakan menebalnya membran sel daun sedangkan selnya sendiri berukuran kecil-kecil.

· Kekurangan unsur fosfor:

Sebagaimana telah dijelaskan bahwa fungsi fosfat dalam tanaman adalah: dapat mempercepat pertumbuhan akar semai, mempercepat dan memperkuat pertumbuhan tanaman dewasa pada umumnya, meningkatkan produk biji - bijian dan memperkuat tubuh tanaman padi-padian sehingga tidak mudah rebah. Karena itu defisiensi unsur hara ini akan menimbulkan hambatan pada pertumbuhan sistem perakaran, daun, batang seperti misalnya pada tanaman serealia (padi-padian, rumput-rumputan, jewawut, gandum, jagung) daunnya berwarna hijau tua/ keabu-abuan, mengkilap, sering pula terdapat pigmen merah pada daun bagian bawah, selanjutnya mati. Tangkai daun kelihatan lancip. Pertumbuhan buah jelek, merugikan hasil biji.

Pada tanaman gandum, defisiensi zat fosfat menimbulkan gejala pada jeraminya, berwarna abu-abu, pertumbuhan tanaman sangat kerdil, hal ini diakibatkan pertumbuhan sistem perakaran yang buruk dan kurang berfungsi.

· Kekurangan unsur kalium:

Defisiensi Kalium memang agak sulit diketahui gejalanya, karena gejala ini jarang ditampakkan ketika tanaman masih muda, jadi agak berlainan dengangejala-gejala karena difisiensi N dan P.

Gejala yang terdapat pada daun terjadi secara setempat-setempat. Pada permulaannya tampak agak mengkerut dan kadang-kadang mengkilap dan selanjutnya sejak ujung dan tepi daun tampakmenguning, warna seperti ini tampak pula di antara tulang - tulang daun, pada akhirnya daun tampak bercak-bercak kotor, berwarna coklat, sering pula bagian yang bercak ini jatuh sehingga daun tampak bergerigi dan kemudian mati. Pada tanaman kentang gejala yang dapat dilihat pada daun yang mana terjadi pengkerutan dan peng-gulungan, warna daun hijau tua berubah menjadi kuning bertitik - titik coklat. Gejala yang terdapat pada batang yaitu batangnya lemah dan pendek - pendek sehinga tanaman tampak kerdil. Gejala yang tampak pada buah misalnya buah kelapa dan jeruk banyak yang berjatuhan sebelum masak, sedang masaknya buahpun berlangsung sangat lambat. Bagi tanaman yang berumbi menderita defisiensi K hasil umbinya sangat kurang dan kadar hidrat arangnya demikian rendah.

· Kekurangan unsur kalsium:

Defisiensi untuk Ca meyebabkan terhambatnya pertumbuhan sistem perakara, selain akar kurang sekali fungsinyapun demikian terhambat, gejala-gejalanya yang timbul tampak pada daun, dimana daun-daun muda selain berkeriput mengalami per-ubahan warna, pada ujung dan tepi-tepinya klorosis ( berubah menjadi kuning) dan warna ini menjalar diantara ujung tulang - tulang daun, jaringan-jaringan daun pada beberapa tempat mati. Kuncup-kuncup yang telah tumbuh mati. Defisiensi unsur Ca menyebabkan pula pertumbuhan tanaman demi-kian lemah dan menderita. Hal ini dikarenakan pengaruh terkumpulnya zat-zat lain yang banyak pada sebagian dari jaringan-jaringannya. Keadaan yang tidak seimbang inilah yang menyebabkan lemah dan menderitanya tanaman ter-sebut atau dapat dikatakan karena distribusi zat - zat yang penting bagi pertumbuhan bagian yang lain terhambat ( tidak lancar).

· Kekurangan unsur magnesium:

Unsur Mg merupakan bagian pembentuk klorofil, oleh karena itu kekurangan Mg yang tersedia bagi tanaman akan menimbulkan gejala - gejala yang tampak pada bagian daun, terutama pada daun tua. Klorosis tampak pada diantara tulang-tulang daun, sedangkan tulang-tulang daun itu sendiri tetap berwarna hijau. Bagian diantara tulang-tulang daun itu secara teratur berubah menjadi kuning dengan bercak kecoklatan. Daun-daun ini mudah terbakar oleh terik matahari karena tidak mempunyai lapisan lilin, karena itu banyak yang berubah warna menjadi coklat tua/kehitaman dan mengkerut. Defisiensi Mg menimbulkan pengaruh pula pada pertumbuhan biji, bagi tanaman yang banyak menghasilakn biji hendaknya diperhatikan pemupukannya dengan Mg SO4, MgCO3 dan Mg(OH)2.

· Kekurangan unsur belerang:

Defisiensi unsur S gejalanya klorosis terutama pada daun-daun muda, perubahan warna tidak berlangsung setempat-tempat, melainkan pada bagian daun selengkapnya, warna hijau makin pudar berubah menjadi hijau yang sangat muda, kadang mengkilap keputih-putihan dan kadang-kadang perubahannya tidak merata tetapi berlangsung pada bagian daun selengkapnya. Perubahan warna ini dapat pula menjadi kuning sama sekali, sehingga tanaman tampak berdaun kuning dan hijau, seperti misalnya gejala-gejala yang tampak pada daun tanaman teh di beberapa tempat di Kenya yang terkenal dengan sebutan " Tea Yellows" atau " Yellow Disease".

2. Kekurangan unsur hara tanaman (mikro)

· Kekurangan unsur besi:

Defisiensi zat besi sesungguh-nya jarang sekali terjadi. Terjadinya gejala-gejala pada bagian tanaman terutama daun yang kemudian dinyatakan sebagai kekurangan tersedia-nya zat Fe ( besi ) adalah karena tidak seimbang tersedianya zat Fe dengan zat kapur pada tanah yang berkelebihan kapur dan yang bersifat alkalis. Jadi masalah ini merupakan masalah pada daerah - daerah yang tanahnya banyak mengandung kapur. Gejala-gejala yang tampak pada daun muda, mula-mula secara setempat-tempat berwarna hijau pucat atau hijau kekuningan-kuningan, sedang tulang-tulang daun tetap berwarna hijau serta jaringan-jaringannya tidak mati. Selanjutnya pada tulang-tulang daun terjadi klorosis yang tadinya berwarna hijau berubah menjadi warna kuning dan ada pula yang menjadi putih. Gejala selanjutnya yang paling hebat terjadi pada musim kemarau, daun-daun muda yang banyak yang menjadi kering dan berjatuhan. Tanaman kopi yang ditanam didaerah-daerah yang tanahnya banyak mengandung kapur, sering tampak gejala-gejala demikian.

· Kekurangan unsur mangan:

Gejala-gejala dari defisiensi Mn pada tanaman adalah hampir sama dengan gejala defisiensi Fe pada tanaman. Pada daun-daun muda diantara tulang -tulang daun secara setempat-setempat terjadi klorosis, dari warna hijau menjadi warna kuning yang selanjutnya menjadi putih. Akan tetapi tulang-tualng daunnya tetap berwarna hijau, ada yang sampai ke bagian sisi-sisi dari tulang. Jaringan-jaringan pada bagian daun yang klorosis mati sehingga praktis bagian-bagian tersebut mati, mengering ada kalanya yang terus mengeriput dan ada pula yang jatuh sehingga daun tampak menggerigi. Defisiensi ter-sedianya Mn akibatnya pada pembentukan biji-bijian kurang baik.

· Kekurangan unsur borium:

Walaupun unsur Borium sedikit saja diperlukan tanaman bagi pertumbuhannya tetapi kalau unsur ini tidak tersedia bagi tanaman gejalanya cukup serius, seperti:

§ Pada bagian daun, terutama daun-daun yang masih muda terjadi klorosis, secara setempat-setempat pada permukaan daun bagian bawah, yang selanjutnya menjalar ke bagian tepi-tepi nya. Jaringan-jaringan daun mati. Daun-daun baru yang masih kecil-kecil tidak dapat berkembang, sehingga per-tumbuhan selanjutnya kerdil. Kuncup-kuncup yang mati berwarna hitam/coklat.

§ Pada bagian buah terjadi penggabusan, sedang pada tanaman yang menghasilkan umbi, umbinya kecil - kecil yang kadang-kadang penuh dengan lubang-lubang kecil berwarna hitam, demikian pula pada bagian akar-akarnya.

· Kekurangan unsur tembaga:

Difisiensi unsur tembaga akan menimbulkan gejala-gejala sebagai berikut:

§ Pada bagian daun, terutama daun-daun yang masih muda tampak layu dan kemudian mati (die back), sedang ranting-rantingnya berubah warna menjadi coklat dan ahkirnya mati.

§ Pada bagian buah, buah-buah tanaman umumnya kecil-kecil berwarna coklat pada bagian dalamnya sering didapatkan sejenis perekat ( gum ).Gejala-gejala seperti terdapat pada tanaman penghasil buah-buahan ( yang kekurangan zat Cu ), seperti tanaman jeruk, apel, peer dan lain-lain.

· Kekurangan unsur seng:

Tidak tersediannya unsur Zn bagi pertumbuhan tanaman meyebabkan tanaman tersebut mengalami beberapa pen-yimpangan dalam per-tumbuhannya. Penyimpangan ini menimbulkan gejala-gejala yang dapat kita lihat pada bagian daun-daun yang tua:

§ Bentuk lebih kecil dan sempit dari pada bentuk umumnya.

§ Klorosis terjadi di antara tulang-tulang daun.

§ Daun mati sebelum waktunya, kemudian berguguran dimulai dari daun-daun yang ada di bagian bawah menuju ke puncak.

· Kekurangan unsur molibdenum:

Molibdenum atau sering pula disebut Molibdin tersedianya dalam tanah dalam bentuk MoS2 dan sangat dipengaruhi oleh pH, biasanya pada pH rendah tersedianya bagi tanaman akan kurang. Defisiensi unsur ini menyebab-kan beberapa gejala pada tanaman, antara lain per-tumbuhannya tidak normal, terutama pada sayur-sayuran. Secara umum daun-daunnya mengalami perubahan warna, kadang-kadang mengalami pengkerutan terlebih dahulu sebelum mengering dan mati. Mati pucuk ( die back ) bisa pula terjadi pada tanaman yang mengalami kekurangan unsur hara ini.

· Kekurangan unsur Si, Cl dan Na:

Unsur Si atau Silisium hanya diperlukan oleh tanaman Serelia misalnya padi-padian, akan tetapi kekurangan unsur ini belum diketahui dengan jelas akibatnya bagi tanaman. Defisiensi unsur Cl atau Klorida dapat menimbulkan gejala pertumbuhan daun yang kurang abnormal ( terutama pada tanaman sayur-sayuran), daun tampak kurang sehat dan berwarna tembaga. Kadang-kadang pertumbuhan tanaman tomat, gandum dan kapas menunjukkan gejala seperti itu. Defisiensi unsur Na atau Natrium bagi pertumbuhan tanaman yang baru diketahui pengaruhnya yaitu meng-akibatkan resistensi tanaman akan merosot terutama pada musim kering. Tanpa Na tanaman dalam pertumbuhan-nya tidak dapat meningkatkan kandungan air ( banyak air yang dapat dipegang per unit berat kering ) pada jaringan daun. Gejala-gejal lainnya belum diketahui secara jelas.

3. Kegunaan unsur hara tanaman (mikro)

· Kegunaan unsur nitrogen:

Memacu pertumbuhan tanaman secara umum, terutama pada fase vegetatif, Berperan dalam pembentukan klorofil, asam amino, lemak, enzim, dan persenyawaan lain.

· Kegunaan unsur fosfor:

Membentu pertumbuhan protein dan miniral yg sangat tinggi bagi tanaman. Bertugas mengedarkan energi keseluruh bagian tanaman. Merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar. Mempercepat membungaan dan pembuahan tanaman. Serta mempercepat pemasakan biji dan buah.

· Kegunaan unsur kalium:

Membantu pembentukan protein, karbohidrat dan gula. Membantu pengankutan gula dari daun ke buah. Memperkuat jaringan tanaman, serta meningkatkan daya tahan terhadap penyakit.

· Kegunaan unsur kalsium:

Mengaktifkan pembentukan bulu-bulu akar dan biji serta menguatkan batang. Membantu keberhasilan penyerbukan. Membantu pemecahan sel. membanti aktivitas beberapa enzim pertumbuhan. Serta menetralisir senyawa dan kondisi tanah yang merugikan.

· Kegunaan unsur magnesium:

Membantu pembentukan klorofil, asama amino, vitamin, lemak dan gula. Berperan dalam transportsi fosfat dalam tanaman.

· Kegunaan unsur belerang:

Membantu pembentukan asam amino, protein dan vitamin. Membantu pembentukan bintil akar dan pertumbuhan tunas baru.

4. Kegunaan unsur hara tanaman (makro)

· Kegunaan unsur boron:

Membawa kabohidrat keseluruh jaringan tanaman. Mempercepat penyerapan unsur kalium. Merangsang tanaman berbunga dan membantu proses penyerbukan. Meningkatkan kualitas produksi sayuran dan buah-buahan.

· Kegunaan unsur tembaga:

Membantu pembentukan klorofil dan sebagai komponen dalam pembentukan enzim tanaman.

· Kegunaan unsur khlor:

Berperan dalam pembentukan hormon tanaman. Meningkatkan atau memperbaiki kualitas dan kuantitas produksi tanaman.

· Kegunaan unsur besi:

Berperan pada proses-proses fisiologis tanaman, seperti proses pernapasan, pembentukan klorofil dan fotosintesis.

· Kegunaan unsur mangan:

Membantu proses fotosintesis, dan berperan dalam pembentukan enzim-enzim tanaman.

· Kegunaan unsur molibdenum:

Fungsi sama seperti Cu, berperan sebaga pengikat nitrogen bebas udara untuk pembentukan protein, dan menjadi komponen pembentuk enzim pada bakteri bintil akar tanaman leguminose.

· Kegunaan unsur seng:

Membantu pembentukan auksin, klorofil, dan karbohidrat.

Manfaat Mineral Tanah

Diposting oleh Unknown di 16.08 0 komentar

Bahan mineral tanah merupakan bahan anorganik tanah yang terdiri dari berbagai ukuran, komposisi dan jenis mineral. Mineral tanah berasal dari hasil pelapukan batuan-batuan yang menjadi bahan induk tanah. Pada mulanya batuan dari bahan induk tanah mengalami proses pelapukan dan menghasilkan regolit. Pelapukan lebih lanjut menghasilkan tanah dengan tektur masih kasar.

Mineral mempunyai peran yang sangat penting dalam suatu tanah, antara lain sebagai

indikator cadangan sumber hara dalam tanah dan indikator muatan tanah beserta lingkungan

pembentukannya.

Untuk mengetahui tingkat cadangan sumber hara dari suatu jenis tanah, diperlukan analisis susunan mineral primer dari tanah tersebut. Dengan mengetahui jumlah dan susunan mineral pasir yang tergolong mudah lapuk, dapat diketahui cadangan sumber hara dalam suatu jenis tanah. Contoh tanah yang susunan mineralnya didominasi oleh mineral mudah lapuk dapat diartikan bahwa contoh tanah tersebut mempunyai cadangan sumber hara tanah yang tinggi.

Menurut Shaw et al. (1973), mineral primer dapat dibedakan atas mineral mudah lapuk (weatherable mineral) dan mineral tahan lapuk (resistant mineral). Mineral mudah lapuk adalah jenis mineral yang dapat melapuk dan melepaskan unsur-unsur penyusunnya ke dalam tanah pada waktu proses pembentukan tanah. Mineral tahan lapuk adalah mineral yang sulit melapuk seiring dengan proses pembentukan tanah. Mineral mudah lapuk yang banyak dijumpai di Indonesia adalah plagioklas, amfibol, dan piroksin. Mineral mudah lapuk dapat mengalami proses pelapukan secara cepat, dan hasil pelapukannya berupa unsur hara seperti Ca, Mg, Na, K, dan Fe. Mineral tahan lapuk (opak, kuarsa) resisten terhadap pelapukan, sehingga walaupun tanah telah mengalami tingkat pelapukan lanjut, mineral tahan lapuk masih tetap ada (Prasetyo et al. 2004).

Pengaruh Iklim terhadap Pembentukan Tanah

Diposting oleh Unknown di 16.06 5 komentar

Iklim adalah keadaan di mana suhu, presipitasi (curah hujan), kelembaban dan hal-hal yang terkait dengan cuaca hanya dapat berubah dalam jangka panjang. Artinya perubahan tersebut tidak hanya terjadi dalam waktu beberapa jam saja, tetapi membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dapat berubah.

Menurut Hardjowigeno (2003) hanya ada lima factor utama yang mempengaruhi proses pembentukan tanah. Salah satu dari kelima factor itu adalah iklim. Iklim merupakan factor yang sangat penting dalam proses pembentukan tanah. Komponen iklim yang paling berpengaruh terhadap pembentukan tanah adalah suhu dan curah hujan.

Tanah berasal dari bahan-bahan induk, baik yang organic maupun mineral, yang terbentuk melalui berbagai macam proses. Bahan-bahan induk yang membentuk tanah adalah batuan-batuan yang ada di muka bumi yang mengalami pelapukan. Suhu udara dapat menyebabkan terjadinya pelapukan pada batuan sehingga terbentuk tanah. Proses pelapukan batuan oleh suhu ini dinamakan pelapukan mekanis atau fisik. Batu akan memuai jika terkena suhu tinggi dan menyusut ketika suhu rendah. Pemuaian batuan tersebut sebenarnya tidak begitu berarti, tetapi akan memberikan dampak nyata jika terjadi secara konstan dan berkali-kali.

Setelah mengalami pelapukan secara fisik, batuan yang telah hancur akan mengalami pelapukan secara kimiawi. Pelapukan kimia menyebabkan mineral terlarut dan mengubah sturkturnya sehingga mudah terfragmentasi. Dengan adanya air hujan, maka proses pencucian tanah berlangsung cepat sehingga pH tanah tidak terlalu basa. Karena tanah yang bersifat masam pada umumnya adalah tanah yang banyak mengandung humus.

Reaksi-reaksi kimia yang terjadi pada tanah meliputi:

1. Solution yaitu terlarutnya bahan padat menjadi ion yang dikellilingi oleh molekul cairan.

Contoh :

Na+, Cl-, H2O®NaCl + H2O

(Garam mudah larut) air (ion terlarut dikelilingi air)

2. Hidrolisis ; reaksi suatu substansi dengan air yang membentuk hidroksida dan substansi baru lain yang lebih mudah larut daripada substansi asalnya. Hidrolisis merupakan salah satu reaksi pelapukan yang terpenting yang menyebabkan perubahan profil tanah.

Contoh :

HAlSi3O8 + KOH®KAlSi3O8 + HOH

(ortoclase, sangat (clay silikat) (sangat mudah terlarut)

lambat keterlarutannya)

3. Karbonasi : reaksi suatu senyawa dengan asam karbonat di mana asam karbonat merupakan asam lemah yang diproduksi dari gas CO2 yang terlarut dalam air.

Contoh :

H+ + HCO3-® H2CO3 ®CO2 + H2O

Ca (HCO3)2®CaCO3 + H+ + HCO3-

(kalsit,sedikit larut) mudah larut

Hidrolisis dan karbonasi merupakan proses pelapukan kimia yang paling efektif dalam proses pembentukan tanah.

4. Reduksi : proses kimia dimana muatan negatif naik, sedangkan muatan positif menurun. Misalnya CaSO4 (keras) yang dilarutkan dalam air hingga membentuk CaSO4.2H2O (lebih lunak).

5. Oksidasi : kehilangan elektron atau penggabungan suatu senyawa dengan oksigen. Mineral yang teroksidasi meningkat volumenya karena penambahan oksigen dan umumnya lebih lunak.

6. Hidrasi : kombinasi kemikalia padat, seperti mineral atau garam, dengan air. Hidrasi menyebabkan perubahan struktur mineral dengan cara meningkatkan volumenya sehingga mineral menjadi lebih lunak dan mudah terdekomposisi.

Iklim di berbagai wilayah berbeda-beda sehingga proses pembentukan tanah d wilayah tersebut pun berbeda pula. Indonesia yang beriklim tropis, memiliki tanah yang lebih subur daripada tanah di negara-negara Eropa ataupun negara-negara Afrika. Tetapi, selain itu waktu juga mempengaruhi proses pembentukan tanah.

klasifikasi, deskripsi dan manfaat bunga alamanda

Diposting oleh Unknown di 16.02 3 komentar

Klasifikasi Ilmiah Bunga Alamada (Allamanda cathartica L.)
Divisio : Magnoliophyta (berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo : Gentianales
Familia : Apocynaceae
Genus : Allamanda
Spesies : Allamanda cathartica L. 
Deskripsi Bunga Alamanda:
Alamanda adalah tumbuhan perdu, berumur panjang (perenial), tinggi bisa mencapai +/- 4 m. Akar tunggang. Batang berkayu, silindris, terkulai, warna hijau, permukaan halus, percabangan monopodial, arah cabang terkulai. Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun berhadapan (folia oposita), warna hijau, bentuk jorong, panjang 5 - 15 cm, lebar 2 - 5 cm, helaian daun tebal, ujung dan pangkal meruncing (acuminatus), tepi rata, permukaan atas dan bawah halus, bergetah Bunga majemuk, bentuk tandan (racemus), muncul di ketiak daun dan ujung batang, mahkota berbentuk corong (infundibuliformis) - berwarna kuning, panjang mahkota 8 - 12 mm, daun mahkota berlekatan (gamopetalus) Buah kotak (capsula), bulat, panjang +/- 1,5 cm, bentuk dengan biji segitiga, berwarna hijau pucat saat muda - setelah tua menjadi hitam Perbanyaan Generatif (biji), Vegetatif (stek).
Bunga alamanda, adalah bunga yang berwarna kuning (umumnya yang kita jumpai adalah kuning), indah berbentuk seperti terompet, dan mampu berbunga terus menerus sepanjang taun, dan batang tanaman ini keras dan bergetah. Penggemar fanatik Bunga ini kebanyakan mempunyai kepercayaan bahwa tanaman berbunga kuning ini bisa dipakai sebagai penolak bala jika ditanam dihalaman rumah.
Karena tumbuhnya bisa merambat yakni bisa mencapai ketinggian 3-8 meter, maka bunga alamanda ini banyak ditanam untuk mempercantik dinding. Alamanda sendiri berasal dari brasil dan diperkenalkan oleh Allamond, seorang doctor dari Belanda, seabad yang lalu. Di pedesaan, tanaman ini biasanya hanya tumbuh liar dan bilapun ditanam hanya sebagai pagar saja.
Sebenarnya warna bunga alamanda tergantung dari dari speciesnya. Yakni: spesies Allamanda Nerrifolia berwarna kuning cerah, Allamanda Cathartica berwarna Kuning, dan Allamanda Purpureceae berwarna kuning keunguan. Dimana ketiga spesies tersebut masuk dalam family Apocynaceae.
Manfaat Bunga Alamanda:

Bunga ini selain cantik juga memiliki manfaat. Kita dapat menggunakan akar, daun dan bunga Terompet sebagai bahan untuk obat-obatan. Sedangkan getahnya yang berwarna putih dapat dijadikan sebagai obat penyakit kanker dan pencegah kuman atau bakteri. Getah tanaman ini memiliki sifat anti bakteri. Bunga alamanda diketahui memiliki beberapa fungsi medis, salah satunya dapat dipakai sebagai laksatif. Bunga alamanda juga memiliki sifat antibiotik terhadap bakteri Staphylococcus. Bunga tanaman ini juga umum dimanfaatkan sebagai obat untuk mencegah komplikasi dari malaria dan pembengkakan limpa. Selain itu, akarnya juga dapat digunakan untuk mencegah penyakit kuning.
alamanda
alamanda

PERAN SIFAT-SIFAT FISIK TANAH TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR HARA TANAH

Diposting oleh Unknown di 16.00 0 komentar


Sifat-sifat fisik tanah berperan penting untuk mengetahui ketersediaan unsur hara didalam tanah. Diantaranya yaitu:

1. Warna Tanah

Warna merupakan petunjuk bagi beberapa sifat tanah, karena warna tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terdapat dalam tanah tersebut. Penyebab perbedaan warna permukaan tanah umumnya oleh perbedaan kandungan bahan organik. Makin tinggi kandungan bahan organik, warna tanah semakin gelap. Sehingga kemampuan tanah untuk menahan unsur-unsur hara juga semakin baik (Kapasitas Tukar Kation tanah menjadi tinggi).

2. Tekstur Tanah

Tanah bertekstur liat mempunyai luas permukaan yasng lebih besar sehingga kemampuan menahan air dan menyediakan unsur hara tinggi. Tanah bertekstur halus lebih aktif dalam reaksi kimia daripada tanah bertekstur kasar. Tanah bertekstur pasir mempunyai luas permukaan yang lebih kecil sehingga sulit menyerap (menahan) air dan unsur hara.

3. Struktur Tanah

Tanah-tanah permukaan yang banyak mengandung humus biasanya mempunyai tingkat perkembangan yang kuat. Tanah yang kering umumnya mempunyai kemantapan yang lebih tinggi dari tanah basah. Tanah dengan struktur baik (granuler, remah) mempunyai tata udara yang baik, unsur-unsur hara lebih mudah tersedia dan mudah diolah. Struktur tanah yang lebih baik adalah yang bentuknya membulat sehingga tidak dapat saling bersinggungan dengan rapat. Akibatnya pori-pori tanah banyak terbentuk.

4. Pori-Pori Tanah

Pori-pori tanah adalah bagian yang tidak terisi bahan padat tanah (terisi oleh udara atau air). Porositas tanah tinggi kalau bahan organik tinggi, sehingga kemampuan tanah untuk menahan unsur hara pun semakin tinggi. Tanah-tanah dengan struktur granuler atau remah, mempunyai porositas yang lebih tinggi daripada tanah-tanah dengan struktur massive (pejal). Tanah dengan tekstur pasir banyak mempunyai pori-pori makro sehingga sulit menahan air.

Jumat, 11 Juni 2010

Kursus Bahasa Jepang 2010/2011

Diposting oleh Unknown di 15.42 0 komentar

PEDOMAN KURSUS BAHASA JEPANG

The Japan Foundation, Jakarta akan membuka kembali kursus bahasa Jepang untuk tingkat Lanjutan (tidak membuka kursus untuk tingkat Pemula atau menengah). Moto dari kursus ini adalah pemahaman, komunikasi, dan sosialisasi. Berpijak pada moto tersebut, kursus ini dibuat dengan harapan bukan hanya untuk membantu pemahaman peserta tentang tata bahasa & kosakata bahasa Jepang, Kanji, kebudayaan Jepang, masyarakat Jepang dan cara berpikir orang Jepang saja, melainkan juga agar peserta dapat mengkomunikasikan tentang apa yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari atau pemikiran mengenai masyarakat. Dengan demikian, melalui kursus ini dapat terjadi sosialisasi antara peserta, orang Jepang, dan orang di luar tempat kursus. Kami membantu para peserta untuk memperluas wawasan mereka.

PERIODE KURSUS
 
Kursus akan berlangsung selama satu tahun yang dibagi atas 2 semester, yaitu:
Semester I : 09 Agustus 2010 s/d 13 Desember 2010
Semester II : 17 Januari 2011 s/d 25 April 2011

TINGKATAN KURSUS
 
Kursus terdiri dari 1 tingkat yaitu : Tingkat Lanjutan 2.

TINGKAT LANJUTAN 2 (Jokyu 2)
Menambah serta meningkatkan kemampuan praktek bahasa Jepang yang telah diperoleh di tingkat menengah, dan meningkatkan pemahaman dan cara berpikir dalam bahasa Jepang melalui latihan membaca koran dan majalah Jepang.
Buku teks yang dipakai:
- Tingkat Lanjutan 2 :
 トピックによる日本語総合演習 上級


JADWAL KURSUS
 

TINGKAT HARI JAM JUMLAH SISWA KELAS DIMULAI
Lanjutan 2 Senin& Kamis 18.30 – 20.00 +/- 25 9 Agustus 2010

SYARAT-SYARAT PESERTA KURSUS
1. Lulus ujian masuk yang diadakan oleh The Japan Foundation, Jakarta.
2. Peserta minimal berusia 20 tahun saat kursus dimulai (Agustus 2010).
3. Peserta telah belajar bahasa Jepang minimal lebih dari 500 jam atau telah menyelesaikan pelajaran tingkat menengah. Atau mempunyai kemampuan bahasa jepang setara dengan level 2.
4. Belum pernah mengikuti Tingkat Lanjutan 2 Kursus Bahasa Jepang The Japan Foundation, Jakarta.
5. Bagi peserta lama yang tidak lulus Tingkat Lanjutan 1 pada tahun ajaran 2009/2010 tidak diperbolehkan mendaftar ujian pada periode (2010/2011) ini.

BIAYA KURSUS
Setiap peserta Tingkat Lanjutan dikenakan biaya sebesar Rp.1.100.000,-(Satu juta seratus ribu rupiah)/tahun. Biaya tersebut sudah termasuk biaya bahan pelajaran.


PEDOMAN PENERIMAAN PESERTA

PENDAFTARAN
Hari/Tanggal :Senin, 3 Mei – Jumat, 14 Mei 2010 (kecuali hari Sabtu & Minggu: TUTUP)
Waktu :Pk. 09:00 ~ 19:00
Tempat :Bg. Pusat Bahasa Jepang (lobby kursus)
Summitmas I lantai 3
Biaya pendaftaran :Rp.20.000,-(dua puluh ribu rupiah)
Bagi siswa lama pendaftaran ulang pada hari Rabu, 12 Mei - Jumat,14 Mei 2010

Syarat Pendaftaran:
Untuk tahun ini, jumlah pendaftar dibatasi hanya untuk yang sudah memiliki kemampuan berbahasa Jepang setara dengan level 2 keatas.

Pada saat pendaftaran para peserta diwajibkan telah membawa berkas-berkas yang telah diurut sebagai berikut:
1. 2 Lembar pasfoto terakhir berukuran 3X4
(peserta yang memakai jilbab/kacamata harap menyerahkan photo yang memakai jilbab/kacamata)
2. Fotocopy KTP/Paspor.
3. Surat keterangan dari Perusahaan (bagi yang bekerja), atau fotocopy Kartu Mahasiswa terbaru (bagi mahasiswa)/surat keterangan dari fakultas tempat belajar.
4. Fotocopy sertifikat penunjang (sertifikat dari tempat kursus, Ujian Kemampuan Bahasa Jepang, dan lain-lain) apabila ada.
* PERHATIAN* Apabila berkas-berkas tidak lengkap, maka peserta dianggap tidak lulus.
(Peserta diminta untuk menyusun persyaratan sesuai susunan yang tercantum dalam brosur.)



SELEKSI AWAL
Sebagai seleksi awal Para peserta yang telah mendaftar dan telah menerima kartu peserta Ujian wajib mengikuti ujian tertulis.

UJIAN TERTULIS
Ujian Tertulis akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Senin, 31 Mei 2010
Waktu : 18.15 ~ 20.45
Tempat : The Japan Foundation, Jakarta

Summitmas I lantai 2 dan 3
Pengumuman hasil ujian dapat dilihat di papan pengumuman The Japan Foundation, Jakarta, Summitmas I Lantai 3, pada tgl. 4Juni (Jumat) s/d 8 Juni (Selasa) 2010 mulai pukul:14.00.

WAWANCARA
Ujian Wawancara akan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Kamis, 10 Juni 2010
Waktu : Pk. 14.00 ~ pk.20.30.
Tempat : The Japan Foundation, Jakarta
Summitmas I lantai 3
Pengumuman hasil ujian wawancara dapat dilihat di papan pengumuman The Japan Foundation, Summitmas I Lantai 3, pada hari Senin, 14 Juni 2010, pukul 14.00.

PENDAFTARAN KEMBALI
Bagi peserta yang lulus dalam Wawancara, diwajibkan mendaftar ulang pada:
Tanggal : Senin, 14 Juni – Rabu, 30 Juni 2010
Waktu : Pk. 10.00 - 18.00
(Istirahat jam 12.30 ~ 13.30 : TUTUP)
Tempat : The Japan Foundation, Jakarta bagian Bahasa .
Summitmas I lantai 3
Harap membawa pasphoto ukuran 2x3 dan 3x4 masing-masing 1 lembar


http://www.jpf.or.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=287&Itemid=29

Gelar Jepang 2010

Diposting oleh Unknown di 15.40 0 komentar

Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) menyelenggarakan Gelar Jepang 2010 pada tanggal 4-6 juni 2010 di PusatStudi Jepang dan lapangan parkir FIB Kampus Depok. Acara ini dibuka oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Shiojiri yang kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan musik Arumba & Sanshin, grup musik kolaborasi seni musik Sunda dan gitar Jepang. Mengambil tema Mengenang Kembali Kepolosan dan Antusiasme Masa Kecil, diharapkan dapat belajar dan bercermin dari budaya Jepang dengan perasaan gembira serta memperluas jaringan persahabatan antar sesama masyarakat Indonesia. Pada GJ 2010 dipilih Momotaro cilik sebagai maskot, yang melambangkan kegembiraan dan antusiasme sorang anak. Gambarkincir angin digunakan untuk melambangkan kegembiraan masa kecil sehingga mempertegas tema tahun ini.

Gelar Jepang terdiri dari rangkaian acara kebudayaan Jepang, baik yang bersifat tradisional seperti Omochitsuki (pembuatan kue mochi), Omikoshi (miniatur kuil shinto), Chanoyu (upacara minum teh), maupun yang modern seperti parade cosplay, karaoke dan lain sebagainya. Tahun ini ada beberapa acara baru. “Kita memiliki acara baru, pertama: Obake Yashiki (rumah hantu) di gedung I FIB lantai 1, lalu kolaborasi Taiko Okinawa dan Yosakoi (suatu tarian jepang). Itu sebelumnya belum pernah ada,” ungkap Ketua Pelaksana GJ 2010. Pada hari pertama penyelenggaraannya, GJ menampilkan beberapa acara yaitu foto yukata, lomba pidato, workshop dan lomba Igo pemula, lomba Yu-Gi-Oh!, workshop Shodo, workshop Washi, Japanese Class, workshop Odori, Workshop Gundam, pemutaran film, lomba makan Okonomiyaki, Obake Yashiki, permainan tradisional, Shitteimasuka, pameran lomba komik, pameran lomba Fanfic dan bazar.

Hari kedua diisi beberapa acara tambahan antara lain demo Chanoyu, lomba karaoke, workshop komik, Kendo Performance dan Aikodo kids. Sementara di hari terakhir menampilkan pertunjukan musik band, lomba makan Takoyaki, Japanese Modern Dance, Fashion Show Cosplay, Omochitsuki, Yosakoi, Taiko Okinawa, dan Omikoshi. Pada puncak acara ditampilkan Bon Odoriyang ditarikan bersama-sama dengan para pengunjung dan pertunjukkan Hanabi (kembang api). Gelar Jepang 2010 tidak hanya dihadiri oleh warga Universitas Indonesia, melainkan juga dari universitas lainnya seperti dari Universitas Airlangga, Surabaya. Kedatangan pengunjung dari luar kampus sesuai dengan harapan, memperluas jaringan persahabatan sesama masyarakat Indonesia.


http://www.ui.ac.id/id/news/archive/4419

Beasiswa Jepang 2010 Sudah Dibuka Loh

Diposting oleh Unknown di 15.31 0 komentar

Pendaftaran untuk keberangkatan tahun 2010 akan dibuka pada 16 November dan ditutup pada 29 Januari 2010.


Program Japanese Studies adalah salah satu program beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho) yang dirancang khusus bagi para mahasiswa/i yang sedang kuliah di jurusan Jepang untuk meningkatkan kemampuan bahasa Jepang dan memperdalam pengertian kebudayaan Jepang. Program ini adalah program non-gelar dan lamanya adalah 1 tahun dari Oktober 2010.


PERSYARATAN


  1. Mahasiswa yang masih aktif kuliah di salah satu perguruan tinggi yang mempelajari bahasa, budaya, dan sastra Jepang..
  2. Usia di bawah 30 tahun pada tanggal 1 April 2010.
  3. Mahasiswa dari tingkat tiga ke atas pada waktu melamar (ada pengecualian bagi mereka yang mempunyai kemampuan dan direkomendasikan oleh perguruan tinggi dan yang sudah belajar lebih dari satu tahun di perguruan tinggi pada tanggal 1 April 2010 boleh ikut walaupun belum mencapai tingkat tiga).
  4. Sehat jasmani dan rohani.

FASILITAS YANG DIDAPAT


  1. Tanpa ikatan dinas.
  2. Tiket kelas ekonomi p.p. Indonesia (Jakarta) – Jepang.
  3. Bebas biaya ujian masuk, biaya kuliah, dan uang pendaftaran.
  4. Tunjangan bulanan sebesar ¥ 134.000 per bulan (ada kemungkinan mengalami perubahan).
  5. Peserta disediakan asrama yang pembayarannya diatur sendiri oleh penerima beasiswa.

CARA PELAMARAN


  1. Pendaftaran dibuka pada 16 November 2010 dan ditutup pada 29 Januari 2010.
  2. Pelamaran dilakukan secara kolektif dengan rekomendasi dari perguruan tinggi yang bersangkutan, bukan perorangan langsung ke Kedutaan Besar Jepang.
  3. Formulir yang telah diisi dikembalikan ke Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang dengan dilampiri dokumen yang diperlukan.

DOKUMEN YANG DIPERLUKAN
(dokumen yang tidak lengkap tidak akan kami terima)


  1. Formulir. Tulis alamat lengkap (bukan tempat kos) serta nomor telepon yang mudah dihubungi pada formulir.
  2. Pasfoto (harus ditempel pada formulir).
  3. Surat keterangan dari perguruan tinggi yang menerangkan bahwa yang bersangkutan adalah mahasiswa dari perguruan tinggi tersebut. Harus dilengkapi dengan keterangan tempat dan tanggal lahir.
  4. Surat rekomendasi dari ketua jurusan atau pembimbing mengenai pribadi mahasiswa yang bersangkutan.
  5. Nilai mulai semester satu sampai saat ini.

* Semua dokumen ditulis dalam bahasa Inggris atau Jepang. dalam kertas ukuran A4


TAHAP PENYELEKSIAN


  1. Ujian tulis bahasa Jepang pada tanggal 16 Febuari 2010
  2. Bagi yang lulus ujian tertulis akan dipanggil untuk mengikuti wawancara di Jakarta.
  3. Bagi yang lulus wawancara akan direkomendasikan ke Monbukagakusho.
  4. Mereka yang lolos seleksi di Monbukagakusho akan menjadi penerima beasiswa.

CATATAN


Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang
Jl. M. H. Thamrin 24 Jakarta 10350
Tel. 021 – 3192 4308 ext. 175 atau 176

Formulir pendaftaran juga dapat diperoleh dengan melakukan download dari sini (doc version atau pdf version).

Info Lengkap click di: http://www.id.emb-japan.go.jp/sch_js.html


http://ajangkompetisi.com/beasiswa-jepang-2010-sudah-dibuka.html

 

Little Shining Light Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea